PELATIHAN PRODUKSI MAHAR PERNIKAHAN DARI UANG KERTAS UNTUK SISWA TUNARUNGU

  • Nurhastuti Nurhastuti
  • Mega Iswari
  • Kasiyati Kasiyati
  • Ardisal Ardisal
Keywords: pelatihan, mahar pernikahan, uang kertas, tunarungu

Abstract

Pelatihan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, mengubah  perilaku dan mengembangkan keterampilan. Salah satu  keterampilan yang dapat dikembangkan kepada siswa tunarungu  adalah Pelatihan Produksi Mahar Pernikahan Dari Uang Kertas  Sebagai Produk Kreatif dan Bernilai Jual Tinggi, karena dewasa  ini usaha membuat mahar menjadi peluang usaha yang cukup  menjanjikan. Mahar pernikahan dalam bentuk harta dengan  nominal tertentu seperti uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan atau benda berharga lainnya. Mahar pernikahan dari uang kertas merupakan salah satu mahar yang banyak disukai oleh para wanita karena bentuk unik dan menarik. Pelatihan pembuatan mahar pernikahan dari uang kertas harus dilakukan  dari hal yang termudah sampai hal yang tersulit serta  dilaksanakan secara terinci, berutan dan terus menerus sehingga  siswa tunarungu diharapkan menjadi warga negara yang terampil  dan mandiri serta bertanggung jawab terhadap penghidupannya.  Kegiatan dilakukan selama tiga hari dengan jumlah peserta 10  orang siswa tunarungu dan 10 orang guru pendamping. Metode  yang digunakan dalam pelatihan berupa metode ceramah,  demonstrasi, praktek, penugasan dan evaluasi. Evaluasi  dilakukan dua tahap yaitu pretest dan posttest. Hasil pretest  menunjukkan hasil sig. (2- tailed) pretest ke posttest dengan  sebesar 0.016 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0.005) artinya ada  pengaruh yang signifikansi pelatihan dalampembuatan mahar  penikahan dari uang kertas. Pelatihan membuat mahar   pernikahan dari uang kertas dapat meningkatkan kemandirian  siswa sudah cukup berjalan dengan lancar dan memberikan bekal keterampilan kepada siswa. Relevansi pelatihan terhadap siswa dengan dunia kenyataan adalah agar anak siswa lebih mandiri dan mempunyai keterampilan yang diharapkan mampu berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Published
2019-06-30