PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK DAN ANORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA EFISIENSI INPUT PRODUKSI USAHATANI DI LAHAN PEKARANGAN MENUJU ZERO WASTE LIFE STYLE

  • Rusnani Rusnani
  • Sri Harimurti
  • Sophia Sophia
  • Uliya Uliya
Keywords: sampah organik, sampah anorganik, input produksi pertanian, gaya hidup zero waste

Abstract

Sampah merupakan suatu benda yang tidak memiliki nilai di masyarakat dan menjadi masalah nasional yang belum terselesaikan. Hasil penelitian Sustainable Waste Indonesia (SWI) tahun 2017, terdapat 24% sampah Indonesia yang belum diolah. Sampah terbanyak adalah sampah organik 60%, sampah plastik 14%, sampah kertas 9%, logam 4,3%, kaca, kayu dan bahan lainnya 12,7%. Jika sampah salah kelola dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi masalah persampahan adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah organik dan anorganik rumah tangga menuju gaya hidup zero waste. Desa Pematang Gajah, Dusun Kali Aro, Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu desa yang sudah memiliki bank sampah namun belum dikelola dengan baik, karena masih minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari tiga materi yaitu pengetahuan mengelola sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos, ekoenzim dan sebagai upaya efisiensi input produksi usahatani di pekarangan rumah, kemudian pengetahuan mengelola sampah anorganik menjadi produk yang bernilai ekonomis. seperti tas, keranjang dan ecobrick. Dan pengetahuan gaya hidup zero waste dengan konsep 5R yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle dan Rot.

Published
2020-06-30

Most read articles by the same author(s)