UNES Journal of Scientech Research http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR <p><img src="/public/site/images/irfanthomi/WEB_NEWW_2018.jpg"></p> en-US danylmallisza2483@gmail.com (Danyl Mallisza) irfanthomi@gmail.com (irfan thomi) Mon, 01 Jul 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 MODIFIKASI PEMBUATAN ECOBRICKET DARI ENCENG GONDOK DENGAN PENAMBAHAN SUGAR-CANE http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/1 <p style="text-align: justify;">Saat ini, dampak pencemaran di lingkungan perairan makin meningkat. Salah satu contohnya adalah pencemaran sungai di desa Pasi akibat pertumbuhan Enceng Gondok yang sangat tinggi tiap tahun. Metode yang efektif untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah pembuatan energi alternatif dari tanaman tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan modifikasi pembuatan biobriket Enceng Gondok agar memiliki ketahanan dan kualitas briket yang lebih baik serta untuk menanggulangi krisis energi dan mengurangi polusi lingkungan perairan. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi sistem drying, pencampuran dengan perekat, pencetakan kemudian karbonasi. Produk tersebut dibuat dengan menambahkan kombinasi bahan perekat tebu dan pati. Energi kalor yang dihasilkan dari biobriket Enceng Gondok hampir sama apabila dibandingkan dengan batubara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biobriket tersebut memiliki tekstur yang lebih halus dan serat yang baik serta kadar airnya rendah yaitu 0,74%. Kerapatan yang dihasilkan dari briket ini adalah 0.57 g/cm3. Bentuk biobriket berupa tabung dapat memperluas<br>permukaan briket dan mempermudah packaging dalam bentuk yang lebih menarik.</p> Pemta Tia Deka ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/1 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/3 <p style="text-align: justify;">Remaja merupakan fase peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa, dimana terjadi proses percepatan pertumbuhan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada remaja, diantaranya <em>body image </em>dan kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara <em>body image </em>dan kebiasaan makan dengan status gizi remaja di SMA Yasmu Manyar Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan studi <em>cross sectional </em>pada 64 sampel yang menjadi responden penelitian. Variabel yang dianalisis diantaranya mengenai <em>body image </em>yang dinilai dengan menggunakan kuesioner metode &nbsp;<em>Figure Rating&nbsp; Scale&nbsp; </em>(FRS), variabel kebiasaan makan yang dinilai dengan metode <em>Adolescent Food Habit Checklist &nbsp;</em>(AFHC), &nbsp;dan &nbsp;status &nbsp;gizi &nbsp;(IMT/U) &nbsp;didapatkan&nbsp; dari pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mempunyai <em>body image </em>positif (68,75%), kebiasaan makan yang kurang sehat (68,75%), dan mempunyai status gizi (IMT/U) normal (65,63%). Terdapat hubungan antara <em>body image </em>(p=0,000) dan kebiasaan makan (p=0,017) dengan status gizi remaja di SMA Yasmu Manyar Kabupaten Gresik. Remaja yang memiliki <em>b</em><em>ody image </em>positif dan kebiasaan makan yang baik mempunyai status gizi yang lebih baik dibandingkan dengan responden yang memiliki &nbsp;<em>body&nbsp; image </em>negatif dan kebiasaan makan yang kurang baik. Perlu adanya edukasi kepada remaja untuk membantu memperbaiki kebiasaan makan agar asupan makanan dalam sehari–hari sesuai dengan kebutuhannya.</p> Desty Muzarofatus Sholikhah ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/3 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBERIAN BOKHASI BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN MUTU GIZI TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/2 <p>Bokhasi bandotan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organik dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisms 4). Salah satu bahan yang dapat digunakan dalam teknologi EM4 adalah bandotan. Bokhasi bandotan dilaporkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan mutu gizi berbagai tanaman, karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan perbedaan dosis bokhasi bandotan terhadap pertumbuhan dan mutu gizi tomat, serta mengetahui hasil dan mutu gizi tanaman organik dan anorganik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis pupuk bokhasi bandotan yaitu 100g/polibag, 120g/polibag, 140g/polibag, 160g/polibag dan 0,6g NPK/polibag sebagai kontrol. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kawat Biologi FMIPA UNP, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan FMIPA UNP dan Laboratorium Pemanfaatan IPTEK Nuklir Jurusan Tanah UNAND, Padang. Pertumbuhan tomat yang diamati adalah tinggi, berat basah, Biomassa dan berat buah. Sedangkan mutu gizi tomat yang diamati adalah kadar vitamin C dan A tomat. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa bokhasi bandotan 120g/polibag memberikan pengaruh terbaik terhadap berat buah tomat. Namun, tidak memberikan pengaruh terhadap tinggi, berat basah, biomassa, vitamin C dan vitamin A tomat.</p> Rezi Junialdi, Anizam Zein, Azwir Anhar ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/2 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000 AKSELERASI PEMBERDAYAAN PARTISIPASI PETANI MERAIH NILAI TAMBAH PRODUK, MENDUKUNG AGROINDUSTRI DAN KESEJAHTERAAN PETANI http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/137 <p style="text-align: justify;">Tulisan ini bertujuan mengemukakan lebih komprehensif peran akselerasi pemberdayaan partisipasi petani meraih nilai tambah produk dalam mendukung pengembangan agroindustri dan kesejahteraan petani. Kebijakan dan keberpihakan pemerintah merupakan indikator penting dan essensial dalam keberhasilan pelaksanaan setiap program pembangunan disertai partisipasi aktif pihak terkait dan pelaku usaha di setiap sektor, terutama petani sebagai produsen produk pertanian. Pembangunan dan peningkatan sistem pertanian berkelanjutan dan pengembangan agroindustri lebih terealisasi dan tercapai dengan akselerasi pemberdayaan partisipasi petani. Nilai tambah produk pertanian dari produk olahan agroindustri, mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta mengurangi kerugian jatuhnya harga produk pertanian saat panen raya. Agroindustri merupakan strategi dan solusi mengurangi kerugian petani terutama di masa panen raya dengan mengkonversi produk pertanian menjadi produk olahan yang berdayasaing tinggi, serta kesempatan kerja dan berusaha di bidang industri. Perlunya dukungan, keberpihakan dan pendampingan dalam peningkatan dan pengembangan teknologi, infrastruktur, kualitas dan kemampuan (kompetensi) SDM untuk peningkatan produksi dan produktivitas serta kesempatan kerja dan berusaha di bidang industri produk olahan berbasis hasil pertanian (agroindustri), dari subsistem hulu (budidaya) sampai dengan subsistem hilir (pelaku usaha produk olahan dan pemasaran) sesuai dengan konsep value chain market based solution.</p> Roosganda Elizabeth ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/137 Mon, 07 Oct 2019 06:29:48 +0000 REVITALISASI IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN PERTANIAN BERKESINAMBUNGAN MENDUKUNG PENCAPAIAN DAYASAING PRODUK OLAHAN http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/178 <p style="text-align: justify;">Pentingnya mengubah mindset dan paradigma lemahnya dayasaing produk agroindustri yang didominasi produk primer, hanya mengandalkan keunggulan komparatif kelimpahan SDA dan tenaga kerja tak terdidik. Hal ini terkait erat dengan nilai tambah produk pertanian, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, pelaku usaha produk olahan, dan peralihan ekspor produk pertanian primer (raw material) ke produk olahan yang berdayasaing dan memenuhi tingginya tuntutan persyaratan produk olahan berkualitas dan higienis (GMP). Tulisan ini bertujuan mengemukakan secara lebih komprehensif terkait upaya akselerasi pengembangan agroindustri untuk menghasilkan produk olahan yang berkualitas dan berdayasaing melalui revitalisasi implementasi pemberdayaan dan pengembangan fungsi dan peran kelembagaan pertanian yang serius dan berkesinambungan, sebagai dukungan dan keberpihakan pemerintah dalam mencapai kesejahteraan petani. Pembangunan dan pengembangan agroindustri diprediksi sebagai salah satu solusi efisiensi, efektifitas, kontiniutas dan keberlanjutan proses pengadaan bahan baku, tenagakerja dan permodalan produk olahan, karena keberadaan agroindustri di sekitar bahan baku diproduksi. Pengembangan teknologi, investasi dan SDM pelaku usaha melalui pengembangan agroindustri pengolahan di pedesaan diprediksi mampu menjadi “mesin penggerak” kemajuan ekonomi yang tangguh, terutama bila pemberdayaan dan pengembangan kelembagaannya berfungsi sejalan dengan program kebijakan pembangunan yang dilaksanakan. Sebagai penghela pembangunan pertanian, melalui perolehan nilai tambah berbagai produk olahan yang berdayasaing tinggi yang dihasilkan, agroindustri diharapkan mampu meraih pasar ekspor, mampu menciptakan lapangan kerja dan peningkatan minat tenagakerja muda di pertanian, mampu meningkatkan pendapatan di perdesaan, serta mampu memotori pengembangan industrialisasi perdesaan.</p> Roosganda Elizabeth ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/178 Mon, 07 Oct 2019 06:34:44 +0000 REVITALISASI MANAJEMEN PAKAN MEMENUHI HMT RUMINANSIA http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/179 <p style="text-align: justify;">Ketersediaan hijauan untuk pemenuhan manajemen pakan ternak masih cukup potensial dan luas di berbagai wilayah Indonesia, sebagai kebutuhan utama usaha pengembangan populasi dan penggemukan ternak ruminansia (sapi). Meski demikian, dengan semakin berkembang dan majunya teknologi dan manajemen pakan, penggunaan input luar sistem usahatani pada dasarnya perlu ditingkatkan. Hal tersebut agar limbah pertanian termanfaatkan, terutama dalam pengembangan program integrasi ternak-tanaman. Manajemen pakan terpadu merupakan optimalisasi pemanfaatan potensi ketersediaan hijauan pakan yang membutuhkan pendekatan inovatif pengolahan sumberdaya HMT lokal sebagai upaya efisiensi dan peningkatan penerapan komponen teknologi yang memiliki efek sinergistik. Tulisan ini bertujuan mengemukakan manajemen potensi hijauan lokal sebagai upaya mendukung pengelolaan dan pencukupan pakan ternak ruminansia, serta efisiensi biaya penyediaan pakan, baik HMT maupun konsentrat. Ketersediaan hijauan (12%) untuk pertambahan populasi sapi potong, masih cukup potensial berupa jerami padi sekitar 3561359 ekor dewasa atau sekitar 31,51%. Jumlah kebutuhan hijauan keseluruhan ternak ruminansia sekitar 7524 ton bahan kering, produksi bahan kering sekitar 58048233 ton dan sekitar 39092894 ton atau 13% yang belum dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Harga sapi potong pada tahun 2017 rata-rata adalah Rp.27.500/kg bobot badan hidup. Dengan demikian apabila setiap peternak yang akan menjual sapinya untuk dipotong dapat menggemukkan terlebih dahulu selama 100 hari sebelum dipotong, maka tiap peternak akan memperoleh keuntungan sebesar 100 x 0,51 x Rp.27.500 = Rp.1.402.500 dikurangi biaya pakan sebesar (Rp.7660 x 100 x 0,51 = Rp 390.665) = Rp.1.001.834/ekor diatas biaya pakan selama 100 hari.</p> Delima Hasri Azahari, Andi Faisal Suddin, Roosganda Elizabeth, Helena Juliani Purba ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/179 Mon, 07 Oct 2019 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBERIAN HORMON TUMBUH HANTU MULTIGUNA EXCLUSIVE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/253 <p style="text-align: justify;">Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hormon tumbuh hantu multiguna exclusive terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau; dan untuk mengetahui konsentrasi hormon tumbuh multiguna exclusive yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Graha Karya Muara Bulian Kabupaten Batang Hari. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian hormon tumbuh multiguna exclusive, terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan yaitu: H0=Tanpa emberian&nbsp; ZPT Hantu multiguna exclusive, H1=ZPT Hantu Multiguna Exclusive 2 ml/liter air/tanaman, H2=ZPT Hantu Multiguna Exclusive 4 ml/liter air/tanaman, H3=ZPT Hantu Multiguna Exclusive 6 ml/liter air/tanaman, H4=ZPT Hantu Multiguna Exclusive 8 ml/liter air/tanaman, H5=ZPT Hantu Multiguna Exclusive 10 ml/liter air/tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga jumlah petak percobaan 24 petak. Hasil penelitian menyimpukan bahwa: 1) Pemberian konsentrasi ZPT Hantu Multiguna Exclusive tidak berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang primer, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi pertanaman, berat 100 biji dan hasil per hektar; dan 2) Pemberian konsentrasi ZPT Hantu Multiguna Exclusive 6 ml/liter air/tanaman memberikan pertumbuhan dan hasil kacang hijau terbaik yaitu sebanyak 5,88 ton/ha.</p> Enita Enita, Sri Harimurti ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/253 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI EXPLAINER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/283 <p style="text-align: justify;"><em>Fokus penelitian pada mata pelajaran Geografi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sambas. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 24-25 Februari 2018 diketahui bahwa, kegiatan pembelajaran Geografi di MAN Sambas belum memanfaatkan media pembelajaran berbasis Multiedia. Terdapat empat orang guru yang mengajar mata pelajaran Geografi. Dua orang guru menggunakan media Power Point, dan media cetak dari surat kabar, sedangkan dua orang guru lainnya menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan diskusi tanpa menggunakan media pembelajaran. Keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran Geografi sebatas mendengarkan, menyimak, mencatat, latihan soal,. Respon siswa dalam proses pembelajaran selama ini cenderung baik. Akan tetapi siswa lebih antusias ketika proses pembelajaran menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis multimedia. Penelitian ini fokus pada pengembangan dan uji kelayakan produk untuk pengoptimalan penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan berbasis komputer berupa video animasi explainer. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan atau sering disebut sebagai Research and Development (R&amp;D). Data hasil observasi dan wawancara pendahuluan termasuk dalam kategori data kualitatif data kuantitatif berasal dari kuesioner penelitian. Data dari kuesioner dianalisis dengan statistik deskriptif, selanjutnya dikonversi dalam data kualitatif skala Likert. Penilaian kelayakan produk dalam penelitian ini ditetapkan minimal C atau “Cukup”. Jika dari para ahli materi, para ahli media, para guru, dan para siswa memberikan nilai minimal tersebut, maka produk hasil pengembangan ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.Hasil dari penelitiaan adalah berupa produk Video Animasi explainer merupakan salah satu media pembelajaran pendukung yang dibuat dalam bentuk soft copy. Materi dalam media pembelajaran yang dikembangkan disusun berpedoman pada Kurikulum 2013.</em></p> Salahuddin Salahuddin, Asbeni Asbeni, Vanie Wijaya ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/283 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALOKASI WAKTU KERJA WANITA TANI KARET DI KABUPATEN BATANG HARI http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/284 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 27 Juli sampai 10 September 2015 yang bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang memengaruhi alokasi waktu kerja wanita tani di Kabupaten Batang Hari dengan menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Batang Hari. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (<em>Purposiv Sampling</em>) dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut terdapat wanita tani yang ikut berperan serta dalam usahatani karetnya khususnya penyadapan. Selanjutnya dipilih dua kecamatan yaitu Kecamatan Bajubang dan Kecamatan Muara Bulian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari wanita tani data sekunder meliputi data penunjang dari data primer. Dari hasil penelitian diketahui bahwa factor-faktor yang mempengaruhi alokasi waktu kerja wanita tani karet di Kabupaten Batang Hari adalah luas lahan, pendapatan dan waktu domestik untuk rumah tangga.</p> Sri Harimurti ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/284 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000 MODEL PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KARET BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BATANG HARI http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/286 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model fator pemberdayaan petani dalam pengembangan perkebunan karet berkelanjutan di Kabupaten Batang Hari. Metode penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana (<em>simple random sampling</em>) yaitu memilih petani karet yang memiliki lahan perkebunan karet sebagai sampling yang akan diobservasi dan diwawancara. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin pada taraf signifikansi 0,1 (taraf keyakinan 90%) pada empat kecamatan yaitu Pemayung, Muara Bulian, Mersam dan Batin XX1V. Masing-masing kecamatan dipilih tiga desa sebagai tempat pengambilan sampel. Penentuan jumlah sampel petani pada tiap desa yang ditetapkan dilakukan secara proporsional sehingga diperoleh jumlah petani responden sebanyak 379 orang. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis jalur (<em>Path analysis</em>). Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel determinan dalam model pemberdayaan petani dalam pengembangan perkebunan karet berkelanjutan adalah luas lahan melalui variabel perantara modal dengan nilai koefisien jalur β = 0,559, modal melalui produksi dengan nilai koefisien jalur β =0,528, produksi melalui ekonomi dengan nilai koefisien jalur β = 0,493, ekonomi melalui keberdayaan petani dengan nilai koefisien jalur β = 0,260, keberdayaan petani secara langsung ke jalur perkebunan karet berkelanjutan dengan nilai koefisien jalur β = 0,325. Pengaruh total semua variabel terhadap perkebunan karet berkelanjutan sebesar β = 0,490790109, artinya model pemberdayaan petani dalam pengembangan perkebunan karet berkelanjutan memiliki pengaruh langsung dan tak langsung pada faktor luas lahan, modal, produksi, ekonomi, keberdayaan terhadap perkebunan karet berkelanjutan.</p> Rusnani Rusnani ##submission.copyrightStatement## http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/286 Sun, 30 Jun 2019 00:00:00 +0000