AKURASI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI SAPI PESISIR PADA BERBAGAI BIJI-BIJI TANAMAN TERHADAP METODE UJI PUNYAKOTI

  • Ferry Lismanto Syaiful
  • Lendrawati Lendrawati
  • Tinda Afriani
Keywords: uji punyakoti, palpasi rektal, kebuntingan dan sapi Pesisir

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi kebuntingan dini sapi Pesisir melalui penggunaan berbagai biji-biji tanaman (gabah padi, gandum dan jagung) terhadap metoda uji punyakoti serta menentukan dosis terbaik yang bisa terdeteksi dengan metode Punyakoti. Materi penelitian yang digunakan adalah 30  ekor  sapi Pesisr setelah IB, urine sapi, biji padi, biji jagung dan biji gandum sebagai alat yang digunakan untuk uji metode punyakoti. Prosedur penelitian  ini  terdiri  dari  3  tahap  yaitu:  uji  punyakoti  terhadap gandum, padi dan jagung, penentuan dosis urin terbaik dan uji palpasi rektal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung, padi dan gandum dapat dijadikan sebagai alternative uji  kebuntingan dini pada sapi lokal dengan tingakat kebuntingan mencapai 80%. Sementara dosis urin  terbaik adalah dosis  1:12  dengan  waktu deteksi  kebuntingan terpendek yaitu 30 hari pasca inseminasi buatan.

 

Published
2017-12-31
How to Cite
Syaiful, F., Lendrawati, L., & Afriani, T. (2017). AKURASI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI SAPI PESISIR PADA BERBAGAI BIJI-BIJI TANAMAN TERHADAP METODE UJI PUNYAKOTI. UNES Journal of Scientech Research, 2(2), 121-126. Retrieved from https://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR/article/view/256